Pages

Subscribe:

Senin, 18 Mei 2009

IKATAN PELAJAR DAN MAHASISWA DOGIYAI (IPMADO) SE-JAWA DAN BALI MENGGELAR KONGRES I



“Menata Untuk Membangun”, bunyi kata tersebut adalah Motto IPMADO yang berhasil diputuskan dalam kongres I Ikatan Pelajar dan Mahasiswa dan Mahasiswa Dogiyai. Kongres ini berlangsung di Asrama “Koteka” Semarang (16/5/09). Doa pembukaan oleh Marian Douw Mahasiswa asal kota studi Semarang, pada pukul 08.45. menandakan kongres tersebut dimulai. Sebagian besar Pelajar dan Mahasiswa yang datang dari berbagai Kota Studi seperti Yogyakarta, Jakarta, Bogor, Bandung dan Semarang sudah siap untuk melanjutkan kongres tersebut. Dalam kongres yang berlangsung sederhana tersebut Pelajar dan Mahasiswa dari kota studi Surabaya, dan Malang belum sempat menghadiri karena mengingat kesibukan lain yang tidak bisa ditinggalkan. Moderator yang dipimpin oleh Marthen Douw memberikan kesempatan kepada Ketua Ipmado Kota studi Semarang Leonardus Yonine Magai, yang mana menjadi Tuan Rumah untuk menyampaikan kata sambutan.



Usai kata sambutan dari ketua IPMADO Semarang dilanjutkan dengan beberapa kata sambutan seperti dari Ipmado Pusat yang diwakili oleh Sekretaris (Mateus Ch. Auwe) dan Senioritas (Sesco Dimi). Kata sambutan pun berlalu seiring berjalannya waktu dan kini Moderator yang juga adalah Mahasiswa Jurusan Ekonomi Manajemen UDINUS Semarang memberikan kesempatan untuk melanjutkan perkenalan. Dalam Kongres yang dihadiri oleh Ketua Hipmapas (Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Papua Semarang) Dujan Kogoya itupun dimulai.

Pada acara inti, pertama-tama mengubah struktur dan mekanisme organisasi dari Korwil menjadi kota studi. Korwil yang mana sebelumnya terbagi dalam empat korwil masing-masing Korwil I (Yogyakarta, Solo dan Purwokerto), Korwil II (Surabaya, Malang dan Bali), Korwil III (Semarang, Ungaran dan Salatiga), Korwil IV (Jakarta, Bogor dan Bandung). Dikarenakan jarak yang menghubungkan satu kota studi dengan kota studi lain dan juga karena masing-masing anggota mempunyai kegiatan di kampus maupun diluar kampus. Namun IPMADO Pusat yang membawahi seluruh kota studi yang sementara berkedudukan di Yogyakarta tetap berjalan (perubahan hanya ganti Korwil menjadi Kota Studi).

Perubahan AD/ART dilanjutkan seusai struktur dan mekanisme organisasi di dirubah. Hingga pada agenda berikut tentang persiapan Pengadaan Buku dan Pengembangan Pendidikan di Kabupaten Dogiyai tanggal 15-20 Juli mendatang. Pengadaan Buku dan Pengembangan Pendidikan yang mana dari IPMADO Pusat memberikan tanggung jawab kepada kota Studi Semarang untuk bertanggung jawab dari persiapan hingga pelaksanaan nanti. Dalam proses persiapan Leonardus Magai yang juga Mahasiswa Fakultas Kesehatan UDINUS Semarang memberikan tanggung jawab kepada seluruh anggota Dogiyai yang tersebar di Jawa dan Bali dalam bentuk sumbangan buku SMP dan SMA. Sumbangan buku ini agar disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku saat ini kata Leo. Disamping sumbangannya dijalankan diminta agar bekerja sama dalam bentuk bantuan buku.

Pada pukul 21.36, doa dari Kristianus Douw menutup kongres yang digelar tersebut. Masuk distudio music oleh beberapa anggota kongres yang memunyai bakat dibidang music, sekaligus refresing. [Amoye Egeidaby].

sumber: http://egedy-news.blogspot.com

Selasa, 12 Mei 2009

Ketika Kebenaran Bicara

aku berbicara atas nama kebenaran
aku berteriak atas nama ketulusan
aku bertahan atas nama kemuliaan
aku akan terus berjuang atas nama kesucian

kuharap matamu mampu melihat
kuharap telingamu mampu mendengar
kuharap kau mampu berfikir
dan membuka hati nurani mu


janganlah kau tutup matamu
janganlah engkau menutup telinga mu
janganlah engkau sempitkan fikiran mu
dan... janganlah engkau ingkari hati nurani mu

marilah kita berbicara dengan kebenaran
berteriak atas nama ketulusan
dan melangkah dengan hati nurani.

Freedom.......(Egeidaby)

Mengembangkan Pertanian Berpindah-pindah, Perlukah?


Egeidaby--Kalau kita bicara tentang pertanian, maka perlu kita tanyakan apa itu pertanian? Pertanian adalah berasal dari kata dasar Petani yang menunjukan pekerjaan kepada mereka yang biasanya berhadapan dengan alam. Pekerjaan yang dilakukan seorang petani adalah mengolah lahan, menanam, merawat dan puncaknya yaitu panen. Atau juga pertanian merupakan usaha rakyat yang sangat akrab dengan kehidupan masyarakat desa, kenapa demikian? Sebab usaha pertanian membutuhkan areal/ lahan yang cukup untuk diolah. Saat ini lahan pertanian semakin berkurang, banyak factor yang menyebabkan itu terjadi seperti pembangunan areal perumahan, komplek pertokoan, pusat perbelanjaan dan lain-lain. Bila kita cermati bersama bidang prtanian memegang peranan penting dalam kelangsungan hidup manusia. Hidup sehat, makanan, tempat tinggal dll semuanya di dapat dari alam. Alam merupakan tempat usaha pertanian berlangsung.


Pertanian yang dikenal oleh rakyat Papua adalah pertanian tradisional, karena dari awal hingga saat panen dilakukan secara tradisional. Memang Pertanian ini bagi rakyat Papua telah dikenal atau sudah dikenal sejak nenek moyang. Awalnya dari pertanian berpindah-pindah dan mengalami proses dan akhirnya pertanian menetap. Pada tulisan kali ini saya akan mencoba menjelaskan tentang pertanian yang pada masa kini jarang kita temukan, yaitu pertanian berpindah-pindah. Pertanian berpindah-pindah pada masa kini tidak semua orang dilakukan dan biasanya pertanian semacam ini dilakukan pertanian sampingan atau pelengkap. Oleh karena itu pertanain seperti ini dibuat hanya pada saat-saat tertentu saja. Yaitu untuk menjaga kelestarian bibit-bibit tanaman yang hampir punah. Pada pertanian berpindah-pindah ini, tanaman yang sering ditanam yaitu tanaman yang hampir punah, atau tanaman-tanaman tertentu yang jarang dijumpai pada pertanian menetap. Jenis tanaman yang biasanya ditanam pada pertanian tersebut adalah jenis tanaman yang sudah ada sejak zaman dahulu dan ditanam secara turun temurun dari generasi ke generasi. Jenis-jenis tanaman tersebut antara lain: sayur hitam(digiyo naapo), keladi (nomo), nota kadaka, yatuu, buah-buahan (tali maupun jenis buah lain), dan lain sebagainya.
Disamping itu tempat dan cara untuk membuka lahan baru untuk pertanian semacam ini berbeda dengan pertanian yang biasa kita jumpai. Lahan untuk pertanian ini biasanya di dataran yang tinggi. Disebabkan karena jenis tanaman tersebut di atas cocoknya tumbuh di dataran yang tinggi dan berhawa dingin. Untuk pertanian seperti ini sudah dilakukan dan jenis tanaman yang biasanya ditanam pun sama, tidak tahu kenapa jenis tanaman seperti ini hanya ditanam pada pertanaian berpindah-pindah. Adalah karena dilatarbelakangi oleh hawa dan untuk menjaga kelestarian jenis tanaman yang langka dan mulai punah, sehingga di tanam pada pertanian yang sulit dijangkau banyak orang.
Cara membuka lahan baru, biasanya diawali dengan membersihkan bagian yang akan dijadikan kebun. Kemudian dilanjutkan dengan memagari wilayah yang akan dijadikan kebun, atau sebaliknya juga memagari terlebih dahulu wilayah yang akan dijadikan kebun kemudian lahannya dibersihkan. Jenis pertanian ini sangat identik dengan tradisional sehingga sebelum menanam tanaman biasanya diawali dengan membakar tanaman liar hasil pembersihan lahan sebelumnya (yabautuu). Kemudian dilanjutkan dengan penanaman bibit yang telah disediakan. Cara penanaman tanaman dari pertanian seperti ini yaitu menggunakan alat tradisional (wadi) untuk pengganti skop atau alat sejenis lainnya. Dan alat ini berfungsi hanya melubangi pada tanah (bagian) yang akan ditanam tanamannya. Bibit yang akan ditanam pada daerah yang biasa terkena sinar matahari adalah nota, nomo, dan beberapa jenis tanaman yang mampu bertahan terhadap sinar matahari. Sedangkan bibit tanaman yang lain seperti, meakakade, tuda, yatu, dan beberapa jenis tanaman lain ditanam dekat pohon yang telah ditebang (piya uto) atau di pinggir pagar.


Karena pertanian ini tak luput dari gangguan luar seperti: manusia, binatang buas dan lainnya, sehingga untuk menjaga datangnya gangguan ini, sering atau bahkan hampir setiap pertanian dipagari. Cara memagarinya tergantung dari keadaan lokasi. Misalnya; pada bagian yang rata biasanya ditanam pagar, sedangkan pada bagian yang sulit untuk menanam pagar, sering dibuat got atau sering disebut makeeda. Kedua cara memagari ini tidak begitu mendukung amannya kebun, sehingga jika gangguannya dari babi liar atau binatang buas lainya sering dibuat yang namanya bokei-bokei. Bokei-bokei ini diambil dari kayu buah kecil untuk tanam sebelum pagar yang sudah ditanam. Bentuk dari bokei-bokei ini adalah setengah lingkaran dan kedua bagian ujungnya ditanam pada tanah sehingga terlihat seperti setengah lingkaran.
Seperti tadi sudah disampaikan kan bahwa pertanian meramu ini untuk memertahankan bibit tanaman yang hampir punah yakni bibit yang dilestarikan dari nenek moyang dan ditanam secara turun temurun dari generasi ke generasi. Itulah kebaikan yang dimiliki oleh pertanian meramu itu sendiri. Namun disamping itu ada keburukannya juga, yakni merusak hutan alami, lahan kritis akan semakin banyak, erosi, banjir dan tanah longsor adalah dampak yang akan di rasakan secara langsung oleh manusia.. Dikarenakan lahan yang dibuka untuk pertanian meramu ini adalah lahan yang sebelumnya belum pernah dijadikan pertanian atau lahannya masih perawan.

Pertanian berpidah-pindah boleh dibilang baik karena pemikiran masyarakatnya terus berkembang walaupun itu berlangsung lambat, peningkatan taraf demi taraf kearah yang lebih baik menunjukan adanya kesadaran masyarakat Papua untuk terus berkembang, dan itu di tunjukan dengan kemauan mereka untuk mulai bertani secara subsisten walau itu di arahkan pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari/ keluarga.

Kurangnya pengetahuan dalam bertani menyebabkan sulitnya meningkatkan mutu pertanian. Dalam hal ini pendidikan memegang peranan penting guna meningkatkan kualitas pertanian di Papua. Dalam meningkatkan kualitas pertanian di butuhkan penerapan teknologi yang memadai dan untuk itu semua di butuhkan kualitas sumberdaya manusia yang cukup. Sejauh ini kualitas SDM di papua terutama masalah pertanian masih sangat kurang. Penelitian dan pengembangan untuk pertanian meramu yang arahnya untuk kemajuan Papua haruslah mulai sekarang menjadi prioritas utama bagi setiap elemen masyarakat Papua.

Sabtu, 09 Mei 2009

AIR MATA DOSA DAN CINTA MANUSIA

Derai air matamu, kawan, umpama seperti bahasa halus sang kalbu yang mendambakan suatu realita-kebahagiaan, kedamaian, keberhasilan atau kepedihan dan derita. Namun ada air maata yang lain, air mata ayang bisa mengahapus dosa-dosa, mengharap ampun Tuhan yaitu air mata yang terkuras karena sesal alias tidak akan mengulang kembali kesalahan-kesalahan lagi.

Air mata dosa, kawan, ibarat senandung kalbu yang paling dalam untuk menyuarakan suatu hal, penyesalan. Tobat itulah penyesalan. Adakah kawan-kawan ingin menjadi sang pendusta?


Hindarilah kedustaan, hindari pula penyebab-penyebabnya, kawan, sebelum engkau dicap sebagai sang pendusta. Jikalau itu tak sanggup kau katakan subuah kebenaran dengan bahasa lesan, katakanlah sengan bahasa tubuhmu. Air mata, selain bahasa tubuh (kalbu) yang bisa diterjemahkan dengan kata-kata oleh manusia yang menyimaknya. Apa lagi yang engkau khawatirkan kawan.....??

Adakah cinta manusia akan menjauh darimu jika kau hanya sanggup meneteskan air mata, tidak sanggup menggemakan kata-kata? Tidak kawanku, tidak, manusia akan lebih mencintai buah kejujuran dan ketulusan hati seseorang. Maka ingatlah kawanku sesungguhnya tak ada bahasa yang paling mewakili dalam diri manusia kecuali bahasa kalbu, entah dengan apa untuk mengungkapkannya, yang jelas janganlah malu-malu untuk meneteskan air mata.......apalagi air mata dosa.

Air mata dosa vs cinta manusia...kadang berhadapan dengan air mata dosa, artinya manusia kadang sulit menerima kenyataan kalau ia telah kalah, kalau ia telah berbuat dosa, atau ia tidak sudi melakukan tobat. Dalam keadaan ini perbuatan manusia pasti diketahui oleh-Nya. Maka itu salah tetap salah dan kebenaran tetap benar. Dihadapan Tuhan tidak ada yang bisa disembunyikan.

Kawan, cinta manusia itu lebih berharga nilainya dibanding cinta lainnya yang pernah engkau kenal, sebab cinta manusia dapat melahirkan ketenangan dan kebahagiaan hidup tanpa beresiko apapun. Free...(Egeidaby)

Senin, 27 April 2009

Hindari Flu Babi, Jangan Makan Babi Bakar Atau Babi Panggang

Jakarta - Perhatikan pola makan anda jika tidak ingin tertular flu babi. Pastikan babi benar-benar matang sebelum dikonsumsi. Jangan makan babi bakar atau babi panggang! Kebersihan juga harus dijaga. Bagi yang memiliki kandang babi, rajin-rajinlah menyemprot disinfectan.

"Bagi mereka yang akan mengkonsumsi babi sebaiknya dimasak lebih dari 80 derajat untuk mematikan kuman-kuman dan jangan makan babi bakar atau babi panggang, karena lebih cepat penyebarannya," kata Humas Dinas kesehatan, Tini Suryanti, saat dihubungi wartawan melalui telepon, Senin (27/4/2009).


Selain cara konsumsi, Tini menjelaskan, cara mencegah tertular flu babi adalah dengan menjaga daya tahan tubuh dengan makanan bergizi. Tentu saja harus rajin-rajin membersihkan diri dan lingkungan, terlebih yang memiliki kandang babi.

"Cara pencegahannya dengan meningkatkan daya tahan tubuh dengan cara membersihkan diri terus dan hindari kontak langsung dengan babi serta jauhi penampungan babi. Pemilik peternakan babi wajib menyemprotkan disinfektan," ujar Tini.

Menurut Tini, ciri-ciri orang yang terinfeksi flu babi sama dengan saat terserang flu burung beberapa waktu lalu. Flu babi, Tini menambahkan, memiliki sifat mutasi yang berbahaya bagi manusia.

"Sebenarnya ciri-cirinya hampir sama dengan flu burung, jadi sifatnya mutasi. Selain unggas juga ada pada babi. Kalau menyerang manusia kira-kira sama jika terkena flu burung" imbuh Tini.

Dinas Kesehatan, menurut Tini, sudah melakukan langkah antisipasi sejak dini. Pengecekan peternakan pun dilakukan untuk memastikan flu babi tidak tersebar.

"Kita harus mewaspadai, oleh karena itu Dinas Kesehatan DKI sudah menyerahkan tugas kepada divisi peternakan yang memiliki investigator untuk flu burung, sekarang mereka yang mengecek ke peternakan-peternakan," tutur Tini.(van/iy)
sumber: www.detiknews.com