Pages

Subscribe:

Selasa, 12 Mei 2009

Mengembangkan Pertanian Berpindah-pindah, Perlukah?


Egeidaby--Kalau kita bicara tentang pertanian, maka perlu kita tanyakan apa itu pertanian? Pertanian adalah berasal dari kata dasar Petani yang menunjukan pekerjaan kepada mereka yang biasanya berhadapan dengan alam. Pekerjaan yang dilakukan seorang petani adalah mengolah lahan, menanam, merawat dan puncaknya yaitu panen. Atau juga pertanian merupakan usaha rakyat yang sangat akrab dengan kehidupan masyarakat desa, kenapa demikian? Sebab usaha pertanian membutuhkan areal/ lahan yang cukup untuk diolah. Saat ini lahan pertanian semakin berkurang, banyak factor yang menyebabkan itu terjadi seperti pembangunan areal perumahan, komplek pertokoan, pusat perbelanjaan dan lain-lain. Bila kita cermati bersama bidang prtanian memegang peranan penting dalam kelangsungan hidup manusia. Hidup sehat, makanan, tempat tinggal dll semuanya di dapat dari alam. Alam merupakan tempat usaha pertanian berlangsung.


Pertanian yang dikenal oleh rakyat Papua adalah pertanian tradisional, karena dari awal hingga saat panen dilakukan secara tradisional. Memang Pertanian ini bagi rakyat Papua telah dikenal atau sudah dikenal sejak nenek moyang. Awalnya dari pertanian berpindah-pindah dan mengalami proses dan akhirnya pertanian menetap. Pada tulisan kali ini saya akan mencoba menjelaskan tentang pertanian yang pada masa kini jarang kita temukan, yaitu pertanian berpindah-pindah. Pertanian berpindah-pindah pada masa kini tidak semua orang dilakukan dan biasanya pertanian semacam ini dilakukan pertanian sampingan atau pelengkap. Oleh karena itu pertanain seperti ini dibuat hanya pada saat-saat tertentu saja. Yaitu untuk menjaga kelestarian bibit-bibit tanaman yang hampir punah. Pada pertanian berpindah-pindah ini, tanaman yang sering ditanam yaitu tanaman yang hampir punah, atau tanaman-tanaman tertentu yang jarang dijumpai pada pertanian menetap. Jenis tanaman yang biasanya ditanam pada pertanian tersebut adalah jenis tanaman yang sudah ada sejak zaman dahulu dan ditanam secara turun temurun dari generasi ke generasi. Jenis-jenis tanaman tersebut antara lain: sayur hitam(digiyo naapo), keladi (nomo), nota kadaka, yatuu, buah-buahan (tali maupun jenis buah lain), dan lain sebagainya.
Disamping itu tempat dan cara untuk membuka lahan baru untuk pertanian semacam ini berbeda dengan pertanian yang biasa kita jumpai. Lahan untuk pertanian ini biasanya di dataran yang tinggi. Disebabkan karena jenis tanaman tersebut di atas cocoknya tumbuh di dataran yang tinggi dan berhawa dingin. Untuk pertanian seperti ini sudah dilakukan dan jenis tanaman yang biasanya ditanam pun sama, tidak tahu kenapa jenis tanaman seperti ini hanya ditanam pada pertanaian berpindah-pindah. Adalah karena dilatarbelakangi oleh hawa dan untuk menjaga kelestarian jenis tanaman yang langka dan mulai punah, sehingga di tanam pada pertanian yang sulit dijangkau banyak orang.
Cara membuka lahan baru, biasanya diawali dengan membersihkan bagian yang akan dijadikan kebun. Kemudian dilanjutkan dengan memagari wilayah yang akan dijadikan kebun, atau sebaliknya juga memagari terlebih dahulu wilayah yang akan dijadikan kebun kemudian lahannya dibersihkan. Jenis pertanian ini sangat identik dengan tradisional sehingga sebelum menanam tanaman biasanya diawali dengan membakar tanaman liar hasil pembersihan lahan sebelumnya (yabautuu). Kemudian dilanjutkan dengan penanaman bibit yang telah disediakan. Cara penanaman tanaman dari pertanian seperti ini yaitu menggunakan alat tradisional (wadi) untuk pengganti skop atau alat sejenis lainnya. Dan alat ini berfungsi hanya melubangi pada tanah (bagian) yang akan ditanam tanamannya. Bibit yang akan ditanam pada daerah yang biasa terkena sinar matahari adalah nota, nomo, dan beberapa jenis tanaman yang mampu bertahan terhadap sinar matahari. Sedangkan bibit tanaman yang lain seperti, meakakade, tuda, yatu, dan beberapa jenis tanaman lain ditanam dekat pohon yang telah ditebang (piya uto) atau di pinggir pagar.


Karena pertanian ini tak luput dari gangguan luar seperti: manusia, binatang buas dan lainnya, sehingga untuk menjaga datangnya gangguan ini, sering atau bahkan hampir setiap pertanian dipagari. Cara memagarinya tergantung dari keadaan lokasi. Misalnya; pada bagian yang rata biasanya ditanam pagar, sedangkan pada bagian yang sulit untuk menanam pagar, sering dibuat got atau sering disebut makeeda. Kedua cara memagari ini tidak begitu mendukung amannya kebun, sehingga jika gangguannya dari babi liar atau binatang buas lainya sering dibuat yang namanya bokei-bokei. Bokei-bokei ini diambil dari kayu buah kecil untuk tanam sebelum pagar yang sudah ditanam. Bentuk dari bokei-bokei ini adalah setengah lingkaran dan kedua bagian ujungnya ditanam pada tanah sehingga terlihat seperti setengah lingkaran.
Seperti tadi sudah disampaikan kan bahwa pertanian meramu ini untuk memertahankan bibit tanaman yang hampir punah yakni bibit yang dilestarikan dari nenek moyang dan ditanam secara turun temurun dari generasi ke generasi. Itulah kebaikan yang dimiliki oleh pertanian meramu itu sendiri. Namun disamping itu ada keburukannya juga, yakni merusak hutan alami, lahan kritis akan semakin banyak, erosi, banjir dan tanah longsor adalah dampak yang akan di rasakan secara langsung oleh manusia.. Dikarenakan lahan yang dibuka untuk pertanian meramu ini adalah lahan yang sebelumnya belum pernah dijadikan pertanian atau lahannya masih perawan.

Pertanian berpidah-pindah boleh dibilang baik karena pemikiran masyarakatnya terus berkembang walaupun itu berlangsung lambat, peningkatan taraf demi taraf kearah yang lebih baik menunjukan adanya kesadaran masyarakat Papua untuk terus berkembang, dan itu di tunjukan dengan kemauan mereka untuk mulai bertani secara subsisten walau itu di arahkan pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari/ keluarga.

Kurangnya pengetahuan dalam bertani menyebabkan sulitnya meningkatkan mutu pertanian. Dalam hal ini pendidikan memegang peranan penting guna meningkatkan kualitas pertanian di Papua. Dalam meningkatkan kualitas pertanian di butuhkan penerapan teknologi yang memadai dan untuk itu semua di butuhkan kualitas sumberdaya manusia yang cukup. Sejauh ini kualitas SDM di papua terutama masalah pertanian masih sangat kurang. Penelitian dan pengembangan untuk pertanian meramu yang arahnya untuk kemajuan Papua haruslah mulai sekarang menjadi prioritas utama bagi setiap elemen masyarakat Papua.

Sabtu, 09 Mei 2009

AIR MATA DOSA DAN CINTA MANUSIA

Derai air matamu, kawan, umpama seperti bahasa halus sang kalbu yang mendambakan suatu realita-kebahagiaan, kedamaian, keberhasilan atau kepedihan dan derita. Namun ada air maata yang lain, air mata ayang bisa mengahapus dosa-dosa, mengharap ampun Tuhan yaitu air mata yang terkuras karena sesal alias tidak akan mengulang kembali kesalahan-kesalahan lagi.

Air mata dosa, kawan, ibarat senandung kalbu yang paling dalam untuk menyuarakan suatu hal, penyesalan. Tobat itulah penyesalan. Adakah kawan-kawan ingin menjadi sang pendusta?


Hindarilah kedustaan, hindari pula penyebab-penyebabnya, kawan, sebelum engkau dicap sebagai sang pendusta. Jikalau itu tak sanggup kau katakan subuah kebenaran dengan bahasa lesan, katakanlah sengan bahasa tubuhmu. Air mata, selain bahasa tubuh (kalbu) yang bisa diterjemahkan dengan kata-kata oleh manusia yang menyimaknya. Apa lagi yang engkau khawatirkan kawan.....??

Adakah cinta manusia akan menjauh darimu jika kau hanya sanggup meneteskan air mata, tidak sanggup menggemakan kata-kata? Tidak kawanku, tidak, manusia akan lebih mencintai buah kejujuran dan ketulusan hati seseorang. Maka ingatlah kawanku sesungguhnya tak ada bahasa yang paling mewakili dalam diri manusia kecuali bahasa kalbu, entah dengan apa untuk mengungkapkannya, yang jelas janganlah malu-malu untuk meneteskan air mata.......apalagi air mata dosa.

Air mata dosa vs cinta manusia...kadang berhadapan dengan air mata dosa, artinya manusia kadang sulit menerima kenyataan kalau ia telah kalah, kalau ia telah berbuat dosa, atau ia tidak sudi melakukan tobat. Dalam keadaan ini perbuatan manusia pasti diketahui oleh-Nya. Maka itu salah tetap salah dan kebenaran tetap benar. Dihadapan Tuhan tidak ada yang bisa disembunyikan.

Kawan, cinta manusia itu lebih berharga nilainya dibanding cinta lainnya yang pernah engkau kenal, sebab cinta manusia dapat melahirkan ketenangan dan kebahagiaan hidup tanpa beresiko apapun. Free...(Egeidaby)

Senin, 27 April 2009

Hindari Flu Babi, Jangan Makan Babi Bakar Atau Babi Panggang

Jakarta - Perhatikan pola makan anda jika tidak ingin tertular flu babi. Pastikan babi benar-benar matang sebelum dikonsumsi. Jangan makan babi bakar atau babi panggang! Kebersihan juga harus dijaga. Bagi yang memiliki kandang babi, rajin-rajinlah menyemprot disinfectan.

"Bagi mereka yang akan mengkonsumsi babi sebaiknya dimasak lebih dari 80 derajat untuk mematikan kuman-kuman dan jangan makan babi bakar atau babi panggang, karena lebih cepat penyebarannya," kata Humas Dinas kesehatan, Tini Suryanti, saat dihubungi wartawan melalui telepon, Senin (27/4/2009).


Selain cara konsumsi, Tini menjelaskan, cara mencegah tertular flu babi adalah dengan menjaga daya tahan tubuh dengan makanan bergizi. Tentu saja harus rajin-rajin membersihkan diri dan lingkungan, terlebih yang memiliki kandang babi.

"Cara pencegahannya dengan meningkatkan daya tahan tubuh dengan cara membersihkan diri terus dan hindari kontak langsung dengan babi serta jauhi penampungan babi. Pemilik peternakan babi wajib menyemprotkan disinfektan," ujar Tini.

Menurut Tini, ciri-ciri orang yang terinfeksi flu babi sama dengan saat terserang flu burung beberapa waktu lalu. Flu babi, Tini menambahkan, memiliki sifat mutasi yang berbahaya bagi manusia.

"Sebenarnya ciri-cirinya hampir sama dengan flu burung, jadi sifatnya mutasi. Selain unggas juga ada pada babi. Kalau menyerang manusia kira-kira sama jika terkena flu burung" imbuh Tini.

Dinas Kesehatan, menurut Tini, sudah melakukan langkah antisipasi sejak dini. Pengecekan peternakan pun dilakukan untuk memastikan flu babi tidak tersebar.

"Kita harus mewaspadai, oleh karena itu Dinas Kesehatan DKI sudah menyerahkan tugas kepada divisi peternakan yang memiliki investigator untuk flu burung, sekarang mereka yang mengecek ke peternakan-peternakan," tutur Tini.(van/iy)
sumber: www.detiknews.com

Rabu, 22 April 2009

YOSEPH OROKAI IKIKITARO, Pr MEMBUAT SEJARAH BARU BAGI SUKU KAMORO


TIMIKA – Pentahbisan imam Diakon Yoseph Orokai Ikikitaro dan Diakon Samuel Ohoiledjaan resmi menjadi imam (Pastor), minggu 19/4) setelah ditahbiskan oleh Uskup John Philip Saklil, Pr.

Perarakan dimulai dari halaman SMP St. Bernardus Timika, menuju Gereja Ka tedral Tiga Raja. Tarian adat Suku Kamoro, Amungme, Key dan Mee tampil memeriahkan jalannya pentahbisan kedua imam, bersama pakaian adat masing-masing. Pemberian sakramen imamat tersebut disaksikan oleh 21 pastor, para suster, bruder dan ribuan umat katolik ditimika. Jalan Yossudarso yang terletak di depan Gereja Tiga Raja macet total dari pukul 08.00 hingga pukul 16.20 dialihkan melewati jalan Mambruk.


Dalam acara pentahbisan ini, ekaristi yang berlangsung dipimpi oleh Uskup Mgr. John Philip Saklil, Pr. Dalam khotbahnya Uskup John Philip mengatakan umat keuskupan timika kini mendapat berkat, dengan ditahbiskannya dua imam baru. Keduanya menyatakan kesanggupan hidup membiara pada saat doa litani berlangsung sambil badam mereka tengkurap. Pada saat itu pun lagu Datanglah Roh Kudus dilantunkan oleh paduan suara. Dua orang muda ini menyatakan hidupnya sebagai imam untuk melajutkan tiga misi Kristus yaitu: Imam, Raja dan Nabi

Tepat pada ulang tahun keuskupan timika yang ke-5, telah hadir dua orang imam yang mana mereka adalah merupakan anak sulung dari keuskupan Timika. Sehingga ini adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi umat katolik pada umumnya dan terkhusus bagi umat di Keuskupan Timika.

Stola dan kasula bagi kedua imam diantar dengan tarian oleh suku kamoro bersama tarian adatnya. Uskup Mgr. John Philip Saklil dan Orang tua masing-masing imam membantu mengenakan stola dan kasula di badan kedua imam. Saat pengenaan tersebut umat meneteskan air mata, karena bangga akan putra daerah menjadi imam di daerahnya.

Br. Yan Sjerps, Ofm, yang pernah menjadi Pembina Ssrama dan Guru di SMP YPPK Moanemani menjadi orang tua bagi P. Yoseph Orokai. Ia (P. Yoseph, red) dikarenakan, Yosep Orokai menyelesaikan SD dan SMP di Moanemani. Ketika acara pentahbisan dan misa selesai warga suku Mee mengangkat Pastor Yosep dan waita di halaman gereja. Dalam sela-sela acara seorang alumni Surabaya (Yanuarius Adii) mengomentari tentang jalannya acara, yakni; acaranya bagus namun setiingan acaranya kurang mantap, itu karena panitia penyelenggara belum setting acaranya dengan baik. Akibat dari itu umat menjadi bingung karena usai pentahbisan beberapa acara yang berlangsung dalam waktu yang bersamaan. (Egeidaby)

Kamis, 12 Maret 2009

TIGA ARTIS IBUKOTA MEMBANTU PENGGALANGAN DANA WABAH DAN KOLERA DI DOGIYAI DAN PANIAI

TIMIKA – artis ibukota Jakarta Nikita (artis rohani), Itamar (idola cilik) dan Michael (Indonesia Idol) meriahkan Konser Rohani Peduli Kasih yang berlansung Sabtu malam dan (7/3) Senin malam (9/3) di Graha Eme Neme Yauware, Timika Indah. Penampilan ketiga artis tersebut memukau warga Kota Timika pada malam panggalangan dana dalam rangka meringankan beban korban yang terserang kolera dan diare di Kabupaten Dogiyai (Kabupaten Pemekaran dari Nabire).

Meski pada malam kedua konser Kota Timika diguyur hujan deras, namun tidak mengurungkan niat ratusan warga untuk menghadiri konser rohani peduli kasih yang digelar Kerukunan Keluarga Besar Suku Mee (KKBSM) itu.



Dalam konser rohani tersebut puji-pujian yang dilantunkan Nikita, Michael Idol dan Itamar. diantaranya Adalah: "Sentuh Hatiku", "Dia peduli", "Seperti yang Kuingini", "Betapa Kumencintai", "Cinta Sejati", "Semua karena Cinta", "Seperti Pelangi" dan "Persembahanku".

Konser dalam penggalangan dana tersebut dibuka dan ditutup dengan doa oleh Pelayanan Tuhan Ev. Frediel Pigai, S. Th.M. Th yang mana beliau adalah dosen di Institut Filsafat Theologi dan Kepemimpinan Jaffray Jakarta. Dalam renungan singkatnya, Ev. Frediel Pigai menyampaikan bahwa, walau pun kota Timika diguyur hujan, namun karena berkat Tuhan maka bisa berkumpul bersama menghadiri konser tersebut. "Apa yang kita kehendaki terjadi sesuai dengan kehendak Tuhan Yesus Kristus, sehingga berkat yang kita miliki bisa berbagi dengan saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Kerukunan Keluarga Besar Suku Mee (KKBSM) menjadi penanggung jawab dalam konser kasih penggalangan dana ini. Ketua panitia, Denny Pigai mengatakan inilah konser kedua untuk mengumpulkan dana guna membantu masyarakat yang terkena wabah kolera di tiga kabupaten (Dogiyai, Paniai dan Nabire). Menurutnya dana yang telah terkumpul sekitar Rp70 juta.

Harapan kami seberapapun hasil yang diperoleh dalam konser diberikan kepada saudara kita yang membutuhkan". Demikian kata ketua Panitia usai acara. Egeidaby